Subsidi Perumahan

Alasan Intervensi Pemerintah
Beberapa pemerintahan di negara-negara berkembang telah
menerapkan sejumlah program pada sisi permintaan untuk
meningkatkan akses pelayanan perumahan bagi orang miskin.
Dari perspektif jaringan pengaman sosial, alasan utama
pentingnya memberikan bantuan pelayanan perumahan adalah
anggapan bahwa tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar
yang merupakan tanggung jawab pemerintah untuk turut serta
dalam menyediakan tempat tinggal, terutama dalam situasi yang
sulit. Di negara-negara transisi, memberikan bantuan bagi orang
miskin melalui pendanaan di sektor perumahan dapat
meringankan situasi sulit yang tengah dihadapi akibat dari
kebijakan pemerintah untuk meningkatkan harga. Pemberian
bantuan di bidang perumahan dalam beberapa kasus dapat
membantu untuk melaksanakan sejumlah reformasi kebijakan,
seperti pada kasus kenaikan harga ataupun deregulasi.
Program bantuan di bidang perumahan dapat memenuhi tujuantujuan
kebijakan penting lainnya seperti mendorong kepemilikan
tempat tinggal dan mengembangkan sektor perumahan yang
berbasis mekanisme pasar. Perumahan dan program infrastruktur
yang terkait juga dapat mendukung pembangunan ekonomi
dengan membantu masyarakat untuk membangun industri
rumah tangga dan mendorong pengembangan komunitas atau
revitalisasi insiatif-inisiatif lokal.
Deskripsi Program
Ada dua bentuk program subsidi sisi permintaan yang
umumnya saat ini lebih sering direkomendasikan dan
diimplementasikan di bidang perumahan, yaitu hibah modal
(capital grants) dan tunjangan perumahan. Subsidi jenis ini
diberikan secara langsung kepada rumah tangga atau
dibayarkan secara langsung kepada penyedia jasa perumahan
atas nama rumah tangga yang menyewa rumah tersebut.
Hibah modal. Hibah modal adalah subsidi yang diberikan satu
kali, dimana rumah tangga dapat menggunakan modal itu untuk
membeli, membangun ataupun melengkapi unit rumah atau
merehabilitasi rumah yang sudah ada. Hibah ini umumnya
bersumber dari proses alokasi dana yang dikeluarkan secara
ekplisit dari anggaran pemerintah, sehingga dana yang dikeluarkan
tersebut menjadi transparan bagi masyarakat.
Terkadang hibah modal cukup sulit untuk diberikan secara tepat
karena umumnya jumlah uang hibah per penerima cukup besar.
Sekali dialokasikan dari anggaran negara, hibah ini dapat
digunakan untuk membantu penerima tertentu. Hal ini membuat
program hibah modal menjadi menarik bagi beberapa kalangan
politisi. Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan dan
pemborosan dana, hibah yang diberikan kepada sebuah rumah
tangga dapat diberikan secara bertahap mengikuti
perkembangan yang terjadi atau seberapa jauh pekerjaan telah
diselesaikan dari pembangunan sebuah rumah. Biaya perumahan
yang disubsidi ini mencakup mulai dari subsidi yang secukupnya
hingga subsidi atas keseluruhan biaya dari tempat tinggal.
Program hibah modal menjadi populer di Amerika Selatan, dimana
beberapa pemerintahan mengikuti apa yang disebut “model Chili”.
Model ini menekankan pemerintah untuk melakukan kebijakan
dengan cara:
i) memindahkan tanggung jawab penyediaan perumahan dari
pemerintah ke sektor swasta
ii) hibah diberikan sekali saja yang digunakan untuk membeli
rumah dan disaat bersamaan pemerintah juga memangkas
subsidi yang tidak langsung lainnya, kemudian
iii) membentuk mekanisme yang transparan dalam menyeleksi
penerima hibah yang didasarkan oleh pendapatan serta
tabungan dari rumah tangga.
Tunjangan

Terkadang hibah modal cukup sulit untuk diberikan secara tepat
karena umumnya jumlah uang hibah per penerima cukup besar.
Sekali dialokasikan dari anggaran negara, hibah ini dapat
digunakan untuk membantu penerima tertentu. Hal ini membuat
program hibah modal menjadi menarik bagi beberapa kalangan
politisi. Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan dan
pemborosan dana, hibah yang diberikan kepada sebuah rumah
tangga dapat diberikan secara bertahap mengikuti
perkembangan yang terjadi atau seberapa jauh pekerjaan telah
diselesaikan dari pembangunan sebuah rumah. Biaya perumahan
yang disubsidi ini mencakup mulai dari subsidi yang secukupnya
hingga subsidi atas keseluruhan biaya dari tempat tinggal.
Program hibah modal menjadi populer di Amerika Selatan, dimana
beberapa pemerintahan mengikuti apa yang disebut “model Chili”.
Model ini menekankan pemerintah untuk melakukan kebijakan
dengan cara:
i) memindahkan tanggung jawab penyediaan perumahan dari
pemerintah ke sektor swasta
ii) hibah diberikan sekali saja yang digunakan untuk membeli
rumah dan disaat bersamaan pemerintah juga memangkas
subsidi yang tidak langsung lainnya, kemudian
iii) membentuk mekanisme yang transparan dalam menyeleksi
penerima hibah yang didasarkan oleh pendapatan serta
tabungan dari rumah tangga.
Tunjangan Perumahan. Tunjangan perumahan adalah subsidi
berkala yang diberikan secara terus menerus kepada pemilik rumah
atau kepada pemberi sewa rumah untuk menggantikan sejumlah
biaya atas pembelian rumah mereka atau jasa-jasa perumahan.
Tunjangan dapat terdiri dari dua bentuk. Dalam bentuk pertama,
rumah tangga menerima subsidi yang bersifat tetap dan besarnya
subsidi ini tergantung pada memperbesar harga-harga komponen perumahan
di pasar dan rumah tangga tersebut harus membayar selisih antara
subsidi yang diberikan dengan total biaya yang dikeluarkan untuk
menyewa rumah (atau total biaya untuk pengeluaran perumahan).
Dampaknya, setiap rumah tangga akan memiliki kontribusi dana
yang bervariasi tergantung pada sejauh mana masing-masing
rumah tangga dapat menemukan biaya komponen perumahan
yang ekonomis. Pendekatan berbasis norma (norm based) ini
memberikan insentif yang besar pada rumah tangga untuk mencari
sendiri kebutuhan perumahan yang terbaik menurut mereka.
Pada pendekatan yang kedua, pemerintah menentukan sejumlah
dana tetap yang harus diberikan oleh sebuah rumah tangga bila ia
ingin memiliki rumah sendiri (umumnya ditentukan berdasarkan persentase pendapatannya) tanpa memperhitungkan
keseluruhan biaya dari sebuah rumah. Kemudian Pemerintah
membayar selisih antara dana yang diberikan oleh rumah tangga
tersebut dengan biaya sewa yang harus dibayar semestinya (atau
total pengeluaran perumahan) dari sebuah rumah. Dalam
sistem seperti ini, yang pada umumnya disebut dengan ‘burden
limit’, jumlah subsidi akan bervariasi tergantung dari dana yang
diberikan oleh rumah tangga. Pendekatan kedua ini
memberikan sedikit insentif kepada rumah tangga untuk
berbelanja barang-barang kebutuhan perumahan yang terbaik
karena dengan pendekatan ini tiap-tiap rumah tangga dapat
memberikan jumlah dana yang sama sekalipun dalam skenario
yang berbeda.
Tunjangan perumahan, sekalipun namanya demikian,
sebenarnya merupakan bentuk subsidi atas berbagai
pengeluaran yang terkait dengan perumahan, seperti biaya cara mengatasi
utilitas dan pemeliharaan. Kenyataannya, banyak program
tunjangan perumahan yang didasari pada konsep pengeluaran
kotor untuk perumahan, yang mana tunjangan ini merupakan
komponen tambahan dalam membiayai pengeluaran sewa
rumah, biasanya termasuk juga biaya untuk energi, air, saluran
air dan pembuangan limbah. Dengan bentuk seperti ini, tidak
mengherankan bila tunjangan perumahan telah banyak
digunakan di negara-negara transisi selama beberapa dekade
yang lalu. Pada negara-negara transisi, tunjangan ini berbentuk
seperti jaringan pengaman sosial dan sering ditujukan untuk
melindungi rumah tangga dari dampak reformasi yang
menyebabkan meningkatnya harga-harga pemeliharan, utilitas
dan sewa.
Bentuk mana yang tepat?
Pembuat kebijakan harus dapat mempertimbangan keunggulan
dan keterbatasan dari setiap bentuk yang ada dalam merancang
bentuk subsidi mana yang akan digunakan, serta memasukkan
kemungkinan adanya perbedaan kondisi masyarakat.
Hibah modal. Kelemahan dari program hibah modal adalah
karena program semacam ini umumnya amat kompleks secara
administratif dan membutuhkan kemampuan institusional yang
besar (meski kemampuan yang dibutuhkan pada program ini
lebih kecil ketimbang program tunjangan perumahan dan
program ini dapat diimplementasikan secara lebih cepat).
Program ini amat berguna dalam situasi bencana alam, dalam
mendukung upaya relokasi dan dalam melengkapi program
pendanaan perumahan. Berhubung dana tersebut (hibah modal)
dapat digunakan untuk membeli atau merehabilitasi rumah yang
telah ada atau untuk membangun rumah yang baru, pendekatan
hibah modal menjadi efektif pada situasi pasar perumahan yang
ketat maupun longgar. Program hibah modal bekerja sangat
bagus dalam keadaan dimana sektor swasta telah terbentuk
dengan baik sehingga dapat memasok dan merehabilitasi unit
rumah. Jika suatu negara memiliki sistem keuangan perumahan,
program hibah modal dapat membuat rumah tangga mampu
untuk melakukan pinjaman perumahan (dengan menurunkan tingkat suku bunga atas hutang). Dengan memberikan
persyaratan kepada rumah tangga untuk turut serta
berkontribusi dalam pendanaan perumahan, tingkat subsidi
dari program hibah modal dapat secara bertahap diturunkan.
Tunjangan. Program tunjangan perumahan umumnya lebih
dapat diterima pada negara-negara yang memiliki kemampuan
intitusi yang kuat, lahan tempat tinggal yang dijamin, dan
pasokan perumahan yang berkualitas tinggi. Program
tunjangan perumahan agaknya tidak cukup tepat untuk situasi
di negara-negara miskin dimana negara biasanya menghadapi
masalah dalam pembayaran subsidi secara berkala, dan dimana
tidak cukup banyak dana bantuan yang dapat diberikan kepada
penyewa rumah, atau digunakan untuk membuat rumah dalam
jumlah yang besar kemudian diberikan kepada pemilik rumah
yang masih memiliki rumah dibawah standar ataupun rumah
informal. Selain itu, tunjangan perumahan mungkin tidak akan
bekerja dengan baik dalam situasi pasar perumahan yang ketat
karena program ini tidak seefektif program hibah modal
dalam mendorong secara langsung pembuatan rumah baru.
Program tunjangan yang berbasis norma lebih dianjurkan
karena distorsi harga yang terjadi masih dalam batas yang
diterima.
Kesimpulan. Bila ekonom dan pembuat kebijakan ingin
memutuskan program mana yang akan diambil, ada baiknya
menghindari program subsidi perumahan yang diberikan
secara menyeluruh dimana program ini diharapkan sejalan
dengan program yang berbentuk transfer uang, sementara
program subsidi semacam itu sebagian masih didasari dari
pengeluaran untuk perumahan. Jika pemerintah memiliki
program yang berbentuk transfer uang adanya baiknya bila
mereka mempertimbangkan untuk menggunakan uang
tersebut pada subisidi di bidang perumahan, terutama bila
subsidi itu tidak terlampau besar. Namun demikian, keinginan
masyarakat atau pemerintah untuk mendorong konsumsi di
bidang perumahan dan tingginya biaya potensial yang harus
dikeluarkan seringkali membuat program ini tidak dapat
dijalankan.
Pada negara-negara yang berpendapatan rendah, besarnya
biaya program hibah modal dan program tunjangan
perumahan mungkin akan membatasi jangkauan programprogram
ini untuk rumah tangga miskin. Meningkatkan fungsi
perumahan dan infrastruktur yang telah tersedia mungkin akan
menjadi jalan yang efektif dalam mengangkat kondisi
kehidupan rumah tangga miskin yang banyak menempati
rumah informal dengan lahan yang tidak terjamin.
Mungkin hal yang terbaik dari pendekatan program hibah
modal maupun tunjangan perumahan adalah program ini
menghentikan secara bertahap program-program yang
mengintervensi sisi penawaran, dengan cara membantu
pemerintah untuk mengurangi keterlibatan mereka dalam
membuat rumah secara langsung dan mendorong partispasi
sektor swasta untuk turut terlibat.

Kunjungi website kami : www.RumahJabodetabek atau telepon (021) 5602528

One thought on “Subsidi Perumahan

  1. saya mau memiliki rumah buat keluarga saya, saya sudah kerja 4tahun tp belum juga punya rumah.
    tlg bantu saya ya pak,hp: 081806009807
    perumahan yg sesuai dgn keuangan saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>